Senin, 25 Maret 2013

TORCH

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.
Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi
Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).
Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.
Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.
Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.
Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).
Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.
Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.
Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.
Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.
Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)
Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.
Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.
Panel TORCH
? Anti Toxoplasma IgG dan IgM
? Anti Rubella IgG dan IgM
? Anti CMV IgG dan IgM
? Anti HSV II IgG dan IgM

Mencegah TORCH

Mengingat bahaya dari TORCH untuk ibu hamil, bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau yang saat ini sedang hamil, dapat mempertimbangkan saran-saran berikut agar bayi Anda dapat terlahir dengan baik dan sempurna.

Makan makanan bergizi

Saat hamil, sebaiknya Anda mengkonsumsi banyak makanan bergizi. Selain baik untuk perkembangan janin, gizi yang cukup juga akan membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Bila tubuh sehat, maka tubuh dapat melawan berbagai penyakit termasuk TORCH sehingga tidak akan menginfeksi tubuh.

Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan

Ada baiknya, Anda memeriksakan tubuh sebelum merencanakan kehamilan. Anda dapat memeriksa apakah dalam tubuh terdapat virus atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi TORCH. Jika Anda sudah terinfeksi, ikuti saran dokter untuk mengobatinya dan tunda kehamilan hingga benar-benar sembuh.

Melakukan vaksinasi

Vaksinasi bertujuan untuk mencegah masuknya parasit penyebab TORCH. Seperti vaksin rubela dapat dilakukan sebelum kehamilan. Hanya saja, Anda tidak boleh hamil dahulu sampai 2 bulan kemudian.

Makan makanan yang matang

Hindari memakan makanan tidak matang atau setengah matang. Virus atau parasit penyebab TORCH bisa terdapat pada makanan dan tidak akan mati apabila makanan tidak dimasak sampai matang. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, selalu konsumsi makanan matang dalam keseharian Anda.

Periksa kandungan secara terartur

Selama masa kehamilan, pastikan juga agar Anda memeriksakan kandungan secara rutin dan teratur. Maksudnya adalah agar dapat dilakukan tindakan secepatnya apabila di dalam tubuh Anda ternyata terinfeksi TORCH. Penanganan yang cepat dapat membantu agar kondisi bayi tidak menjadi buruk.

Jaga kebersihan tubuh

Jaga higiene tubuh Anda. Prosedur higiene dasar, seperti mencuci tangan, sangatlah penting.

Hindari kontak dengan penderita penyakit

Seorang wanita hamil harus menghindari kontak dengan siapa pun yang menderita infeksi virus, seperti rubela, yang juga disebut campak Jerman.
Dengan mencari lebih banyak informasi tentang kehamilan serta merawat dirinya sebelum dan selama masa kehamilan maupun dengan memikirkan masak-masak jauh di muka tentang berbagai aspek melahirkan, seorang wanita akan melakukan sebisa-bisanya untuk memastikan kehamilan yang lebih aman. Maka, bagi seorang wanita hamil, cobalah untuk selalu waspada terhadap berbagai penyakit seperti TORCH agar bayi Anda terlahir sehat.
Sumber: Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof.Dr. Sulianti Saroso
            Kumpulan.info

Senin, 29 Oktober 2012

Kebutuhan Dasar Ibu Selama Persalinan

Kebutuhan Dasar Ibu Selama Persalinan
 Persalinan merupakan hal yang normal dan menakjubkan bagi ibu dan keluarga. Rasa kekhawatiran, ketakutan maupun cemas akan muncul pada saat memasuki persalinan. Bidan merupakan pendamping yang diharapkan dapat memberikan pertolongan, bimbingan dan dukungan selama persalinan. Asuhan yang mendukung selama persalinan merupakan standar pelayanan kebidanan. Yang dimaksud dengan asuhan mendukung adalah bersifat aktif dan ikut serta selama proses berlangsung. Kebutuhan dasar ibu selama persalinan menurut Lesser dan Kenne meliputi:
  1. Asuhan fisik dan psikologis;
  2. Kehadiran seorang pendamping secara terus-menurus;
  3. Pengurangan rasa sakit;
  4. Penerimaan atas sikap dan perilakunya; dan
  5. Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan aman.
Adapun  kebutuhan dasar ibu selama persalinan yang akan kita bahas adalah sebagai berikut:
  1. Dukungan fisik dan psikologis;
  2. Kebutuhan cairan dan nutrisi;
  3. Kebutuhan eliminasi;
  4. Posisi dan ambulasi; dan
  5. Pengurangan rasa nyeri.

Dukungan fisik dan psikologis

Dukungan fisik dan psikologis tidak hanya diberikan oleh bidan, melainkan suami, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan yang lain. Dukungan dapat dimulai sejak awal ibu mengalami kehamilan. Dukungan fisik dan emosional harus sesuai dengan aspek sayang ibu yaitu:
  1. Aman, sesuai evidence based dan menyumbangkan keselamatan jiwa ibu;
  2. Memungkinkan ibu merasa nyaman, aman, serta emosional serta merasa didukung dan didengarkan;
  3. Menghormati praktek budaya, keyakinan agama, ibu/keluarga sebagai pengambil keputusan;
  4. Menggunakan cara pengobatan yang sederhana  sebelum memakai teknologi canggih; dan
  5. Memastikan bahwa informasi yang diberikan adekuat serta dapat dipahami oleh ibu.
Bidan harus mampu memberikan perasaan kehadiran meliputi: mendengarkan dan melakukan observasi, melakukan kontak fisik, bersikap tenang dan bisa menenangkan pasien. Hasil penelitian (Randomized Controlled Trial) membuktikan bahwa dukungan fisik, emosional dan psikologis selama persalinan dan kelahiran sangat efektif dan memberikan pengaruh uapabila dilakukan pendampingan terus-menerus. Adapun pengaruhnya adalah: mengurangi kelahiran dengan tindakan vacum, forceps, dan operasi sesar, mengurangi kejadian APGAR score bayi kurang dari 7, memperpendek lama persalinan, dan kepuasan ibu semakin besar dalam pengalaman persalinan.

Kebutuhan cairan dan nutrisi

Berdasar hasil penelitian terdahulu bahwa pemberian makanan padat dengan pasien yang memerlukan anestesi tidak disetujui. Motilitas, absorpsi dan sekresi asam lambung menurun. Hal ini dapat menyebabkan makanan dapat tertinggal di lambung sehingga dapat terjadi aspirasi pneumonia. Namun demikian, kebutuhan akan cairan masih diperbolehkan. Selama persalinan, ibu memerlukan minum dan sangat dianjurkan minum minuman yang manis dan berenergi.
Sebagian ibu masih berkeinginan untuk makan selama fase laten persalinan, tetapi memasuki fase aktif, hanya ingin minum saja. Pemberian makan dan minum selama persalinan merupakan hal yang tepat, karena memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi (dehidrasi dapat menghambat kontraksi/tidak teratur dan kurang efektif). Oleh karena itu, anjurkan ibu makan dan minum selama persalinan dan kelahiran bayi, anjurkan keluarga selalu menawarkan makanan ringan dan sering minum pada ibu selama persalinan.

Kebutuhan eliminasi

Selama persalinan terjadi penekanan pada pleksus sakrum oleh bagian terendah janin sehingga menyebabkan retensi urin maupun sering berkemih. Retensi urin terjadi apabila:
  1. Tekanan pada pleksus sakrum menyebabkan terjadinya inhibisi impuls sehingga vesica uretra menjadi penuh tetapi tidak timbul rasa berkemih;
  2. Distensi yang menghambat saraf reseptor pada dinding vesica uretra;
  3. Tekanan oleh bagian terendah pada vesica uretra dan uretra;
  4. Kurangnya privasi/postur yang kurang baik;
  5. Kurangnya kesadaran untuk berkemih; dan
  6. Anastesi regional, epidural, blok pudendal sehingga obat mempengaruhi  saraf vesica uretra.
Pemenuhan kebutuhan eliminai selama persalinan perlu difasilitasi agar membantu kemajuan persalinan dan pasien merasa nyaman. Oleh karena itu, anjurkan ibu untuk bereliminasi secara spontan minimal 2 jam sekali selama persalinan, apabila tidak mungkin dapat dilakukan kateterisasi.
Pengaruh kandung kemih penuh selama persalinan, sebagai berikut:
  1. Menghambat penurunan bagian terendah janin, terutama bila  berada di atas spina isciadika;
  2. Menurunkan efisiensi kontraksi uterus;
  3. Menimbulkan nyeri yang tidak perlu;
  4. Meneteskan urin selama kontraksi yang kuat pada kala II;
  5. Memperlambat kelahiran plasenta; dan
  6. Mencetuskan perdarahan pasca persalinan dengan menghambat kontraksi uterus.

Posisi dan ambulasi

Persalinan merupakan peristiwa yang normal, tanpa disadari dan mau tidak mau harus berlangsung. Selama persalinan, pemilihan posisi dapat membantu ibu tetap tenang dan rileks. Oleh karena itu, berikan pilihan posisi persalinan yang aman dan nyaman. Tidur terlentang tidak perlu ibu lakukan terus menerus selama persalinan, ibu dapat berdiri dan jalan-jalan. Memberikan suasana yang nyaman dan tidak menunjukkan ekspresi yang terburu–buru akan memberikan kepastian pada ibu. Adapun posisi persalinan dapat dilakukan dengan duduk/setengah duduk; merangkak; berjongkok/berdiri; dan berbaring miring kekiri.

Duduk atau setengah duduk

Alasan: mempermudah bidan untuk membimbing kelahiran kepala bayi dan mengamati/mensupport perineum.

Posisi merangkak

Alasan: baik untuk persalinan dengan punggung  yang sakit, membantu bayi melakukan rotasi dan meminimalkan peregangan pada perineum.

Posisi berjongkok/berdiri

Alasan: membatu penurunan kepala bayi dan memperbesar ukuran panggul yaitu menambah 28% ruang outletnya, memperbesar dorongan untuk meneran (bisa memberi kontribusi pada laserasi perineum).

Posisi berbaring miring ke kiri

Alasan: memberi rasa santai bagi ibu yang letih, memberi oksigenasi yang baik bagi bayi dan membantu mencegah terjadinya laserasi.
Selama persalinan tidak dianjurkan posisi litotomi, karena dapat menyebabkan hipotensi yang berakibat ibu bisa pingsan dan hilangnya oksigen bagi bayi, menambah rasa sakit, memperlama proses persalinan, ibu sulit melakukan pernafasan, sulit buang air kecil, membatasi gerakan ibu, ibu merasa tidak berdaya, proses meneran menjadi lebih sulit, menambah kemungkinan laserasi pada perineum dan menimbulkan kerusakan saraf pada kaki dan punggung.

Pengurangan rasa sakit

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi rasa sakit selama persalinan adalah: cara pengurangan rasa sakit sebaiknya sederhana, efektif dan biaya murah. Pendekatan pengurangan rasa sakit menurut Varney’s Midwifery, sebagai berikut:
  1. Adanya seorang yang dapat mendukung dalam persalinan;
  2. Pengaturan posisi;
  3. Relaksasi dan latihan pernafasan;
  4. Istirahat dan privasi;
  5. Penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang akan dilakukan;
  6. Asuhan diri; dan
  7. Sentuhan
Menurut Penny Simpkin, cara pengurangan sakit dapat dilakukan dengan mengurangi rasa sakit langsung dari sumbernya, memberikan rangsangan alternatif yang kuat dan mengurangi reaksi mental negatif, emosional dan reaksi fisik. Adapun secara umum, teknik pengurangan rasa sakit, meliputi:
  1. Kehadiran pendamping yang terus-menerus, sentuhan yang nyaman dan dorongan dari orang yang mendukung;
  2. Perubahan posisi dan pergerakan;
  3. Sentuhan dan masase;
  4. Counterpressure (mengurangi tegangan pada ligamen sacroiliaca);
  5. Pijatan ganda pada panggul;
  6. Penekanan pada lutut;
  7. Kompres hangat dan dingin;
  8. Berendam;
  9. Pengeluaran suara;
  10. Visualisasi dan pemusatan perhatian; dan
  11. Mendengarkan musik.

Referensi

Pusdiknakes. 2003. Asuhan Intrapartum. Jakarta. Hlm: 18-21
Sulistyawati, Ari. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta: Salemba Medika. Hlm: 41-61
 
 

Selasa, 19 Juni 2012

Ketidaknyamanan IBu Hamil Trimester I,II,III


a.       Trimester Pertama
                                 1).  Perubahan payudara,sensasi baru nyeri dan perasaan geli.
                                       Fisiologi    :  Hipertensi jaringan glandula mammae dan penambahan vaskularisasi, pigmentasi dan ukuran serta penonjolan puting susu dan alveoli yang disebabkan oleh stimulasi hormon.
                                       Solusi        :  -  Kompres hangat pada payudara
                                                            -  Mandi air hangat atau berendam
                                                            -  memijat payudara dengan lembut
                                                            -  menghindari    kopi dan   minuman   lain   yang mengandung caffein.
                                                            -  menggunakan BH yang memyangga
                                 2).  Dinamika psikososial, perasaan sayang, perasaan kacau
                                       Fisiologi       :  adaptasi hormonal dan metabolik, perasaan mengenali peran wanita, seksualitas, waktu kehamilan, dan jarak perubaahan dalam satu kehidupan dan gaya hidup.
                                       Solusi           :  -  Ibu diberi suport dan ditenangkan hatinya
                                                               -  Memeperbaiki    komunikasi (patner, keluarga, dll)
                                 3).  Leukoria
                                       Fisiologi       :  adanya peningkatan kadar hormon estrogen yang tinggi, stimulasi cervix secara hormonal menjadi hipertropy dan hiperaktif, produksi mucus dalam jumlah berlebihan.
                                       Solusi           :  -  Sering ganti celana selama dalam
                                                               -  Hygienie memakai pembalut perineum
                                                               -  Menerangkan hati rujuk ke dokter bila diikuti dengan, bau busuk, perubahan warna.
                                 4).  Urgensi dan frekwensi kencing
                                       Fisiologi       :  Perubahan fungsi kandung kencing yang disebabkan oleh hormon, berkurangnnya kapsitas kandung kemih oleh pembesaran uterus.
                                       Solusi           :  -  Batasi intake cairan sebelum tidur
                                                               -  Rujuk ke dokter untuk nyeri atau sensasi panas
                                 5).  Nausea, vommiting, morning sickness
                                       Fisiologi       :  Perubahan hormon dan faktor psikologis, refleksi kebahagian atau bisa juga karena rasa penolakan terhadap kehamilan.
                                       Solusi           :  -  Menghindari perut kosong atau berlebihan
                                                               -  Makanan dalam jumlah sedikit tapi sering
                                                               -  Makan biskuit, jahe, roti panggang kering, dan segala sesuatu yang mengandung pepermint.
                                                   -  Makan teratur meski tidak nafsu makan
                                                               -  Sering minum hangat (teh hangat, susu atau minuman bebas kopi)
                                                               -  Bangun perlahan-lahan di pagi hari, istirahat di siang hari.
                                                               -  Hindari segala sesuatu atau bau yang membuat mual.
                                 6).  Kurang energi/kelelahan
                                       Fisiologi       :  Peningkatan kadar estrogen, progesteron serta merupakan respon fisiologi dari kehamilan.
                           Solusi           :  -  Menenangkan diri
                                                   -  istirahat yang cukup
                                                   -  keseimbangan nutrisi untuk mencegah anemia
                     7).  Gingivitas dan epulis
                                       Fisiologi       :  Peningkatan vascularisasi dan poliferasi terhadap jaringan konektif dari stimulasi estrogen.
                           Solusi           :  -  Makan cukup buah dan sayuran
                                                   -  sikat halus
                                                   -  Hygiene gigi dan hindari infeksi
                     8).  Konstipasi
                                       Fisiologi       :  Peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien
                           Solusi           :  -  banyak minum air
                                                   -  Makan makanan berserat tinggi (sayur buah)
                                                   -  Olahraga (jalan-jalan)
                     9).  Sakit Kepala
                                       Fisiologi       :  Sakit kepala yang sering lebih dari biasa, hal ini mungkin karena keadaan rasa mual, kelelahan,lpar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena perasaan tegang/depresi.
                           Solusi           :  -  Atasi dengan istirahat
                                                   -  makan sedikit tapi sering
                                                   -  Bila semakin parah hubungi dokter
                     10).Pusing
                                       Fisiologi       :  Merasa pusing karena pada awal kehamilan ini karena adanya peningkatan tuntutan darah ketubuh, sehingga sewaktu berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri secara tiba-tiba, sistem sirkulasi darah kesulitan untuk beradaptasi.
                                       Solusi           :  Bila rasa pusing timbul ketika sedang duduk ini biasanya karena menurunnya level gula darah, makanlah sedikit tapi sering. Bila pusing terlalu sering periksa ke doketer, kemungkinan anemia.
                     11).Peningkatan berat badan
                                       Fisiologi       :  Hormon estrogen menyebabkan pembesaran rahim dan hormon progesteron yang menyebabkan tubuh menahan air.
                                       Solusi           :  Jangan terlalu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat, tapi perbanyak makan makanan yang berprotein.(diet ibu hamil)

b.      Trimester Kedua
                                 1).  Rasa nyeri ulu hati
                                       Fisiologi       :  peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
                                       Solusi           :  -  jangan makan dalam jumlah yang besar terutama sebelum mau tidur.
                                                               -  jauhi makanan pedas berminyak/berlemak
                                                               -  Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala
                                 2).  Pembengkakan
                                       Fisiologi       :  Hal ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang bersifat menahan cairan. Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan kaki dan tangan, hal ini sering terjadi karena psosisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.
                                       Solusi           :  -  Jangan melakukan posisi duduk dan berdiri yang terlalu lama.
                                                               -  Biasakan jalan-jalan di pagi hari
                                 3).  Pusing
                                       Fisiologi       :  Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua. Hal ini dapat terjadi ketika pembesaran rahim ibu menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
                                       Solusi           :  Atasi dengan melakukan perpindahan posisi perlahan-lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah mendadak.
                                 4).  Perubahan kulit
                                       Fisiologi       : Perenggangan kulit yang berlebih biasannya pada perut dan payudara akibat perenggangan kulit ini ibu hamil dapat merasa gatal.
                                       Solusi           :  -  Krim yang mengandung vitamen E juga dapat membantu menghilangkan garis-garis rengangan pasca lahir.
                                                               -  Jika saat hamil merasa gatal didaerah rengangan, bisa dikompres dengan air hangat untuk mengurangi rasa gatal.

                                 5).  Kram pada kaki
                                       Fisiologi       :  Kram otot ini timbul karena pembesaran uterus yang memberikan tekanan pada pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat saat kehamilan.
                                       Solusi           :  -  Atasi dengan istirahat dengan jalan kaki diangkat ke atas
                                                               -  Minum-minuman cukup kalsium
                                                               -  Bila kram saat duduk atau tidak, coba untuk menggerakan jari-jari ke arah atas.
c.       Trimester Ketiga
                                 1).  Cairan Vagina
                                       Fisiologi       :  Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih cair.
                                       Solusi           :  -  Tetap juga kebersihan.
                                                               -  Hubungi dokter bila cairan berbau, terasa gatal dan sakit.
                                 2).  Bengkak (edema)
                                       Fisiologi       :  Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu, disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan.
                                       Solusi           :  -  Menghindari makanan asin
                                                               -  Ganjal kaki dengan bantal ketika berbaring/duduk
                                                               -  jangan berdiri terlalu lama
                                 3).  Sesak Nafas
                                       Fisiologi       :  Hal ini terjadi karena rahim mendesak paru-paru dan diafragma.
                                       Solusi           :  -  Atasi dengan tidak membawa berat
                                                               -  berjalan tegak
                                                               -  menarik nafas dalam-dalam
                                                               -  tidur miring kiri dan olahraga teratur yang ringan seperti jalan-jalan dipagi hari
                                 4).  Varises
                                       Fisiologi       :  Sirkulasi darah selama hamil lebih banyak sehingga tidak teratasi oleh katub yang mengalirkan darah ke jantung. Akibatnya, pembuluh darah kaki mekar, bahkan sampai menonjol agar tertampung darah lebih banyak.
                                       Solusi           :  -  Jangan berdiri atau duduk terlalu lama
                                                               -  Duduk atau berbaring dengan kaki diganjal bantal, sehingga posisi kaki lebih tinggi dari jantung.
                                                               -  cobalah sering berjalan-jalan
                                                               -  sebagian besar varises akan lenyap ± 2-3 bulan setelah melahirkan.
                                 5).  Merasa Kepanasan
                                       Fisiologi       :  Hal ini terjadi karena kecepatan metabolisme ibu hamil rata-rata meningkat ± 20% selama kehamilan sehingga suhu tubuh juga tinggi.
                                       Solusi           :  -  Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, seringlah mandi.
                                                               -  Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat
                                                               -  Jangan lupa untuk minum lebih banyakuntuk menggantikan cairan yang keluar melalui pori-pori tubuh bumil.
                     6).  Kontraksi Perut             
                                       Fisiologi       :  Broxton Hick kontraksi palsu, kontraksi berupa rasa sakit ringan, tidak teratur dan hilang bila duduk atau istirahat.
                                       Solusi           :  -  Istirahat cukup
                                                               -  hindari pekerjaan yang memberatkan
                                                               -  Berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak
                                                               -  pakailah kasur yang nyaman
                                 7).  Konstipasi
                                       Fisiologi       :  Selain karena adanya peningkatan hormon progesteron konstipasi juga karena tekanan rahim yang semakin membesar ke daerah usus.
                                       Solusi           :  -  Makan makanan berserat tinggi (buah dan sayur)
                                                               -  Minum air yang banyak dan olahraga ringan.         
                                 8).  Sering Kencing
                                       Fisiologi       :  Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan      makin menekan kandung kencing ibu hamil.
                                       Solusi           :  -  Batasi intake cairan sebelum tidur
                                                               -  Tenangkan hati
                                                               -  Memakai pembalut perineum
                                 9).  Terganggunya Tidur (Insomnia)
                                       Fisiologi       :  Setelah perut membesar, bayi menendang semakin sering, sehingga ibu sulit untuk tidur nyenyak selain itu ada perasaan cemas menanti waktu persalinan.

                                       Solusi           :  -  Menenangkan  hati ibu
                                                               -  Message atau memijat pinggang
                                                               -  Minum susu hangat atau mandi hangat sebelum tidur.
                                                               -  Batasi minum setelah jam 4 sore agar saat tidur tidak terbangun karena sering BAK.

Sabtu, 16 Juni 2012

POSYANDU

                 Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana

Tujuan penyelenggara Posyandu… 
  1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan dan nifas)
  2. Membudayakan NKKBS.
  3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.

Pengelola Posyandu.
1. Penanggungjawab umum : Kades/Lurah
2. Penggungjawab operasional : Tokoh Masyarakat
3. Ketua Pelaksana : Ketua Tim Penggerak PKK
4. Sekretaris : Ketua Pokja IV Kelurahan/desa
5. Pelaksana: Kader PKK, yang dibantu Petugas KB-Kes (Puskesmas).
             
Kegiatan Pokok Posyandu :
1. KIA
2. KB
3. lmunisasi.
4. Gizi.
5. Penggulangan Diare.

Pembentukan Posyandu.
a. Langkah – langkah pembentukan :
1)      Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan.
2)     Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB .
3)     Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri, sarana dan prasarana posyandu, biaya posyandu
4)     Pemilihan kader Posyandu.
5)     Pelatihan kader Posyandu.
6)     Pembinaan.

b. Kriteria pembentukan Pos syandu.
Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 balita.
c. Kriteria kader Posyandu :
1)      Dapat membaca dan menulis.
2)     Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan.
3)     Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat.
4)     Mempunyai waktu yang cukup.
5)     Bertempat tinggal di wilayah Posyandu.
6)     Berpenampilan ramah dan simpatik.
7)     Diterima masyarakat setempat.
d. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu.
1. Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader, Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas, dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu :
Meja I : Pendaftaran.
Meja II : Penimbangan
Meja III : Pengisian KMS
Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS.
Meja V : Pelayanan KB & Kes :
·         Imunisasi
·         Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus.
·         Pembagian pil atau kondom
·         Pengobatan ringan.
·         Kosultasi KB-Kesehatan

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim, Bindes, perawat dan petugas KB).
      2.  Sasaran Posyandu :
·         Bayi/Balita.
·         Ibu hamil/ibu menyusui.
·         WUS dan PUS.
a.       Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi :
1)      Kesehatan ibu dan anak :
·         Pemberian pil tambah darah (ibu hamil)
·         Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus)
·         PMT
·         Imunisasi.
·         Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan.

1)      Keluarga berencana, pembagian Pil KB dan Kondom.
2)     Pemberian Oralit dan pengobatan.
3)     Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS baita dan ibu hamil. Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN
S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu.
K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang naik berat badannya.
Keberhasilan Posyandu berdasarkan :
1 ) D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat

2) N / D : Berhasil tidaknyaProgram posyandu

Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh Kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan para medis (Jurim, Bindes, Perawat clan Petugas KB)
f. Dana.
Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat.

SISTEM INFORMASI POSYANDU (SIP)
Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. OLeh sebab itu Sistem Informasi Posyandu merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Konkritnya, pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual. Dengan kata lain pembinaan merupakan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi karena didasarkan pada informasi yang tepat, baik dalam lingkup terbatas maupun lingkup yang lebih luas.
Mekanisme Operasional SIP :
1)      Pemerintah Desa/kelurahan bertanggung jawab atas tersediannya data dan informasi Posyandu.
2)     Pengumpul data dan informasi adalah Tim Penggerak PKK dengan menggunakan instrumen :
  1. Catatan ibu hamil, kelahiran /kematian dan nifas oleh ketua kelompok   Dasa Wisma (kader PKK) .
  2. Register bayi dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
  3. Register anak balita dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
  4. Register WUS- PUS alam wilayah ketiga Posyandu bulan Januari s/d Desember.
  5. Register Ibu hamil dalam wilayah kerja Posyandu bulan Januari s/d Desember.
  6. Data pengunjung petugas Posyandu, kelahiran dan kematian bayi dan kematian ibu hamil melahirkan dan nifas.
  7. Data hasil kegiatan Posyandu.

Catatan :
  1. Instrumen/format SIP diatas oleh kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan/PLKB
  2. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan bertanggungjawab dalam hal :
a.       Menghimpun data dan informasi dari seluruh Posyandu yang ada dalam wilayah desa/kelurahan.
b.      Menyimpulkan seluruh data dan informasi.
c.       Menyusun data dan informasi sebagai bahan pertemuan ditingkat kecamatan (Rakorbang).
  1. Puskesmas, PPLKB, Kaurbang mengambil data dari desa untuk dianalisis dan kemudian menjadi bahan rakor Posyandu di tingkat kecamatan.
  2. Hasil analisis digunakan sebagai bahan menyusunan rencana pembinaan. Masalah-masalah yang dapat diatasi oleh Pemerintah Tingkat Kecamatan segera diambil langkah pemecahannya sedangkan yang tidak dapat dipecahkan dilaporkan ke tingkat Kabupaten/Kotamadya sebagai bahan Rakorbang Tingkat ll.

STRATA POSYANDU dikelompokkan menjadi 4 :
            1. Posyandu Pratama  :
            • belum mantap.
            • kegiatan belum rutin.
            • kader terbatas.
            2. Posyandu Madya  :
            • kegiatan lebih teratur
            • Jumlah kader 5 orang
            3. Posyandu Purnama  :
            • kegiatan sudah teratur.
            • cakupan program/kegiatannya baik.
            • jumlah kader 5 orang
            • mempunyai program tambahan
4. Posyandu Mandiri  :
            • kegiatan secara terahir dan mantap
            • cakupan program/kegiatan baik.
            • memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.

Dari konsep diatas, dapat disimpulkan beberapa indikator sebagai penentu jenjang antar strata Posyandu adalah :
1.       Jumlah buka Posyandu pertahun.
2.      Jumlah kader yang bertugas.
3.      Cakupan kegiatan.
4.      Program tambahan.
5.      Dana sehat/JPKM.

Posyandu akan mencapai strata Posyandu Mandiri sangat tergantung kepada kemampuan, keterampilan diiringi rasa memiliki serta tanggungjawab kader PKK, LPM sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemakai dari pendukung Posyandu.

PEMBINAAN KFSEJAHTERAAN KELUARGA

PKK adalah gerakan pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah dengan wanita sebagai motor penggerakan untuk membangun keluarga sebagai unit atau kelompok terkecil dalam masyarakat dan bertujuan membantu pemerintah untuk ikut serta memperbaiki dan membina tata kehidupan dan penghidupan keluarga yang dijiwai oleh Pancasila menuju terwujudnya keluarga yang dapat menikmati keselamatan, ketenangan dan ketentraman hidup lahir dan bathin (keluarga sejahtera).
susunan kepengurusan PKK sebagai berikut :
            • Ketua, Wakil Ketua
            • Sekretaris, Wakil Sekretaris.
            • Bendara Wakil Bendahara
            • Ketua Pokja I dan anggota
            • Ketua Pokja II dan anggota.
            • Ketua Pokja III dan anggota.
            • Ketua Pokja IV dan anggota.
Sebagai Ketua disemua tingkatan dijabat secara funsional oleh istri Kepala Pemerintahan Daerah setempat sampai ke tingkat Desa/Kelurahan sedangkan yang menjadi Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara clan anggota adalah dari tokoh masyarakat setempat.

Program P.K.K.
Tim Penggerak PKK memiliki 10 program pokok PKK sebagai berikut :
            1. Penghayatan dan l Pengamanan Pancasila.
            2. Gotong royong
            3. Pangan
            4. Sandang.
            5. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga.
            6. Pendidikan dan keterampilan
            7. Kesehatan.
            8. Pengembangan kehidupan berkoperasi.
            9. Kelestarian lingkungan hidup.
            10. Perencanaan sehat.

Program tersebut bukan urut-urutan tetapi program yang satu terkait dengan program yang lain dan setiap program dapat berkembang sesuai kemajuan perkembangan pembangunan daerah setempat sehingga 10 program pokok dapat menjadi berbagai kegiatan.
4. Sepuluh (10) program pokok PKK tertuang ke dalam 4 (empat) kelompok kerja (Pokja) yaitu :
            1. Kelompok kerja I (Pokja I) membidangi :
            • Penghayatan Pengamalan Pancasila
            • Gotong royong.
            2. Kelompok Kerja (Pokja II) membidangi
            • Pendidikan dan keterampilan.
            • Pengembangan kehidupan berkoperasi.
            3. Kelompok Kerja (Pokja I) membidangi :
            • Sandang
            • Pangan
            • Perumahan dan tatalaksana rumah tangga.
            4. Kelompok KerjaIV (Pokja IV) membidangi :
            Kesehatan.
            • Kelestarian lingkungan hidup.
            • Perencanaan sehat.
Secara khusus Kelompok Kerja IV (Pokja IV) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan posyandu bersama dengan kader PKK khusus Posyandu serta LPM. Disamping adanya Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan terdapat pula kelompok PKK didusun/lingkungan dan kelompok Dasa Wisma terdiri dari 10 s/d 20 Kepala Keluarga yang ketuanya diangkat dari salah seorang dari 10 atau 20 KK tersebut yang bertugas dalam melaksanakan dan membina kegiatan program Pokok PKK dan pengembangannya dicatat dalam 3 (tiga) buku catatan ketua Kelompok Dasa Wisma yaitu :

            1. Buku catatan keluarga mencatat data keluarga secara lengkap.
            2. Buku catatan kegiatan keluarga mencatat kegiatan kehidupan keluarga.
            3. Buku catatan kelahiran dan kamatian bayi, ibu hamil, ibu meneteki (buteki) dan ibu nifas.

Ketiga buku catalan kelompok Dasa Wisma merupakan salah satu format SIP.